Kalau mendengar
kata-kata operator sebagian orang mungkin langsung berpikir tentang operator
cellular atau mungkin operator warnet, bagi yang sering berkunjung ke warnet.
Tapi yang akan kita pelajari disini bukan operator cellular ataupun operator
warnet melainkan operator dalam bahasa pemrograman C++.
Dalam
pengembangan sebuah program kerap kali dituntut untuk mendefinisikan
operasi-operasi di dalamnya, baik berupa operasi perhitungan, perbandingan
maupun yang lainnya. Untuk melakukan hal ini tentunya kita harus menggunakan
operator.
Bahasa C++
sendiri menawarkan banyak operator untuk melakukan pemecahan masalah-masalah
tertentu di dalam program. Operator dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu
operator assignment, unary, binary dan ternary.
Sebagai
pengenalan bagi Anda, sebelum melangkah ke pembahasan yang lebih jauh, berikut
ini istilah-istilah yang harus diketahui dalam bekerja dengan operator.
Misalnya jika terdapat suatu statement yang berupa persamaan matematika dan
dituliskan sebagai berikut :
C = 5 + 7
Maka
C disebut dengan variabel
= disebut dengan operator assignment
5 dan 7 disebut dengan operand
5+7 disebut dengan ekspresi
+ disebut
dengan operator aritmatika (penambahan)
C=5+7 disebut dengan statemen aritmatika
(penjelasan diatas berasal dari
buku bapak Budi Raharjo dengan judulnya “Pemrograman C++)
Operator Assigment
Operator assignment adalah
operator yang berfungsi untuk memasukkan (assign) nilai ke dalam suatu variabel
ataupun konstanta. Operator ini dilambangkan dengan tanda sama dengan (=)
. Berikut ini contoh penggunaan operator
tersebut :
phi = 3.14;
nilai = 60;
Operator Unary
Operator yang melibatkan sebuah
operand. Increment àpre-increment
dan post-increment begitu juga
dengan decrement à pre-decrement dan post-decrement
|
Operand
|
Keterangan
|
Contoh
|
|
+
|
Membuat nilai positif
|
+10
|
|
-
|
Membuat nilai negatif
|
-10
|
|
++
|
Increment
|
C++
|
|
--
|
Decrement
|
C--
|
Penjelasan dan contoh tentang
Pre-increment dan Post-increment
|
Pre-increment
|
Post-increment
|
|
Pengertian
Penambahan nilai dilakukan
sebelum suatu variabel
diproses.
|
Pengertian:
Penambahan nilai dilakukan
setelah
suatu variabel diproses.
|
|
Bentuk umum :
++ nama_variabel;
|
Bentuk umum:
Nama_variabel++;
|
|
Contoh
int C = 5;
cout<<“Nilai ++C
=“<<++C;
cout<<“Nilai akhir
C=“<<C;
|
Contoh
int C = 10;
cout<<“Nilai C++
=“<<C++;
cout<<“Nilai akhir C
=“<<C;
|
|
Hasilnya
Nilai ++C = 6
Nilai akhir C = 6
|
Hasilnya
Nilai C++ = 10
Nilai akhir C = 11
|
Operator Binary
Adalah operator yang digunakan
dalam operasi yang melibatkan dua buah operand. Dalam C++ operator Binary
dibagi menjadi 4 kategori yaitu operator aritmetika, logika, relasional, dan
bitwise
- Operator
aritmetika
|
Operator
|
Jenis Operator
|
Contoh
|
|
+
|
Penjumlahan
|
4+5 =9
|
|
-
|
Pengurangan
|
9-5 = 4
|
|
*
|
Perkalian
|
4 * 5 = 20
|
|
/
|
Pembagian
|
20 / 5 = 4
|
|
%
|
Sisa bagi / Modulus
|
10 % 3 = 1
|
- Operator
logika
Operator yang
digunakan untuk melakukan operasi dimana nilai nilai yang dihasilkan dari
operasi tersebut adalah TRUE dan FALSE.
|
Tanda
|
Keterangan
|
Contoh
|
|
&&
|
Logika DAN àAND
|
1 && 1 = 1
|
|
||
|
Logika ATAU àOR
|
1 | | 1 = 1
|
|
!
|
Negasi (lawan)
|
! 0 = 1
|
- Operator
relational
Operator yang
digunakan untuk menetukan relasi atau hubungan dari dua operand. Biasanya
digunakan untuk melakukan pengecekan dalam sebuah percabangan (akan di bahas
lebih lanjut lagi nanti, ditunggu ya)
|
Operator
|
Jenis
Operasi
|
Contoh
|
|
>
|
Lebih besar dari
|
8>4
|
|
<
|
Lebih kecil dari
|
4<8
|
|
>=
|
Lebih besar atau sama dengan
|
3>=3
|
|
<=
|
Lebih kecil atau sama dengan
|
3<=3
|
|
==
|
Sama dengan
|
3==3
|
|
!=
|
Tidak sama dengan
|
2!=1
|
- Operator
bitwise
Berguna untuk
melakukan operasi2 yang berhubungan dengan pemanipulasian bit.
|
Operator
|
Jenis
Operasi
|
Contoh
|
|
&
|
AND
|
1 & 0 = 0
|
|
|
|
OR
|
1 | 0 = 1
|
|
^
|
Exclusive OR (XOR)
|
1^1=0
|
|
~
|
NOT
|
~1=0
|
|
>>
|
Shift Right
|
5<<1=10
|
|
<<
|
Shift Left
|
10>>1=5
|
Operator Ternary
Digunakan dalam
operasi yang melibatkan 3 buah operand. Operator yang digunakan ?:
Bentuk umum:
“Kondisi? Pernyataan benar :
Pernyataan salah ;”
Kondisi ini sama
seperti :
If (Kondisi)
Pernyataan Benar;
Else
Pernyataan salah;
Contoh :
X = (X <0) ?
–X:X;
Akhirnya selesai
juga materi operator. Tak terasa begitu panjang, semoga bisa membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar