Kemarin kita sudah membahas
tentang sejarah C++, sekarang kitra akan membahas kerangka program C++
Setiap program yang ditulis dalam
bahasa C/C++ memiliki sebuah fungsi utama dengan nama main(). Selanjutnya jika kita ingin mendefinisikan fungsi-fungsi
lain maka kita harus menulisnya di luar fungsi main() tersebut. Dalam C++, kode
yang dibaca adalah kode-kode yang terdapat pada fungsi utama. Jika ternyata
terdapat pemanggilan fungsi lain, maka program akan mencari nama fungsi
tersebut untuk dieksekusi. Setelah mengeksekusi fungsi tersebut, maka program
akan kembali ke dalam fungsi utama, begitu seterusnya.
Kerangka umum bahasa C++
Preprocessor <file_header>
//prototype fungsi
//fungsi utama
Int main(){
//statement
……
Return 0;
}
//implemetasi fungsi
Keterangan :
-
Preprocessor
Preprocessor #include adalah suatu perintah yang digunakan
untuk mengatur kompiler agar membaca berkas header yang disertakan di belakang
kata include saat pelaksanaan kompilasi.
-
File Header
File header
adalah sebuah file yang digunakan untuk mendefinisikan beberapa file macro,
fungsi, variabel dan konstan. File header nantinya akan mengandung beberapa
fungsi atau perintah yang akan digunakan dalam program. File header ini sangat
penting, karena beberapa perintah tidak akan dapat dijalankan jika file header
yang mendukung perintah tersebut tidak ditulis dalam program. File header ini
memiliki ciri bereksistensi “.h” dan diarahkan oleh preprocessor dirrective
#include sebagai gambaran kepada kompilator bahwa beberapa fungsi yang terdapat
dalam file header tersebut diikutkan dalam pembuatan program. Pemrograman C++ menggunakan file header iostream.h untuk proses input/output
(I/O) standar. Sedangkan dalam bahasa C menggunakan file header stdio.h. Contoh kita akan menggunakan cin dan cout, maka kita harus menambahkan #include <iostream.h> karena cin dan cout berada dalam file
header iostream.
-
Main()
Fungsi utama di
dalam C++. Fungsi dijalankan ketika program dieksekusi.
-
Return 0
Nilai 0 pada
statemen return 0 berfungsi untuk mengembalikan nilai ke system operasi.
Prototype di atas bersifat opsional, artinya kita juga bisa mendefinisikan
fungsi-fungsi sebelum menulis fungsi utama tanpa menuliskan prototype.
Selain kerangka
di atas kita juga bisa menulis sintaks seperti ini
Void main(){
Statemen_yang_akan_dilakukan;
……….
}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar