Pages

Kamis, 24 April 2014

Kerangka Program C++


Kemarin kita sudah membahas tentang sejarah C++, sekarang kitra akan membahas kerangka program C++
Setiap program yang ditulis dalam bahasa C/C++ memiliki sebuah fungsi utama dengan nama main(). Selanjutnya jika kita ingin mendefinisikan fungsi-fungsi lain maka kita harus menulisnya di luar fungsi main() tersebut. Dalam C++, kode yang dibaca adalah kode-kode yang terdapat pada fungsi utama. Jika ternyata terdapat pemanggilan fungsi lain, maka program akan mencari nama fungsi tersebut untuk dieksekusi. Setelah mengeksekusi fungsi tersebut, maka program akan kembali ke dalam fungsi utama, begitu seterusnya.
Kerangka umum bahasa C++

Preprocessor <file_header>
//prototype fungsi

//fungsi utama
Int main(){
            //statement
            ……
Return 0;
}

//implemetasi fungsi

Keterangan :
-          Preprocessor
Preprocessor  #include adalah suatu perintah yang digunakan untuk mengatur kompiler agar membaca berkas header yang disertakan di belakang kata include saat pelaksanaan kompilasi.
-          File Header
File header adalah sebuah file yang digunakan untuk mendefinisikan beberapa file macro, fungsi, variabel dan konstan. File header nantinya akan mengandung beberapa fungsi atau perintah yang akan digunakan dalam program. File header ini sangat penting, karena beberapa perintah tidak akan dapat dijalankan jika file header yang mendukung perintah tersebut tidak ditulis dalam program. File header ini memiliki ciri bereksistensi “.h” dan diarahkan oleh preprocessor dirrective #include sebagai gambaran kepada kompilator bahwa beberapa fungsi yang terdapat dalam file header tersebut diikutkan dalam pembuatan program. Pemrograman  C++ menggunakan file header iostream.h untuk proses input/output (I/O) standar. Sedangkan dalam bahasa C menggunakan file header stdio.h. Contoh kita akan menggunakan cin dan cout, maka kita harus menambahkan #include <iostream.h> karena cin dan cout berada dalam file header iostream.
-          Main()
Fungsi utama di dalam C++. Fungsi dijalankan ketika program dieksekusi.
-          Return 0
Nilai 0 pada statemen return 0 berfungsi untuk mengembalikan nilai ke system operasi. Prototype di atas bersifat opsional, artinya kita juga bisa mendefinisikan fungsi-fungsi sebelum menulis fungsi utama tanpa menuliskan prototype.

Selain kerangka di atas kita juga bisa menulis sintaks seperti ini

Void main(){
            Statemen_yang_akan_dilakukan;
            ……….
}

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar